Blink by Malcolm Gladwell

19.59

Rijdzuan, my gorgeous boyfriend, beberapa kali cerita tentang bukunya Malcolm Gladwell yang judulnya Outliers. Beberapa waktu lalu saya main ke toko buku dan iseng baca-baca buku di area Psychology dan menemukan buku lain dari Malcolm Gladwell, judulnya Blink.


taken from here


Dari sinopsisnya, saya tertarik karena buku itu membicarakan tentang 'penilaian sekejap'. Di bidang profesi saya, penilaian sekejap atau snap judgement seringkali penting untuk menentukan pasien yang kami hadapi ini termasuk jenis yang gawat, gawat darurat, atau bukan keduanya. Setelah menimbang selama 2 minggu, akhirnya saya beli dan baca buku ini.

Seringkali saya kagum sama dokter yang bisa nebak ini pasien apa sejak melalui pintu IGD. Misalnya aja, pasien bisa sesak karena edema pulmo (umumnya terjadi pada pasien gagal jantung, pada kondisi ini paru-paru pasien terisi oleh banyak cairan, katanya sih rasanya seperti tenggelam), PPOK (asmanya orang dewasa seringnya akibat sering terpapar asap rokok), atau gagal ginjal. Awalnya saya mengira itu sebuah gift, sampai suatu hari saya sadar, saya pun sedikit demi sedikit udah mulai bisa nebak. Itulah yang namanya snap judgement.

Persis yang dikatakan buku ini, kemampuan snap judgement bukanlah suatu bakat yang dimiliki segelintir orang. Itu adalah suatu naluri alamiah di alam bawah sadar kita. Hal ini sama aja dengan kita yang seolah-olah bisa baca pikiran orang lain hanya dengan melihat ekspresinya. Ketika kita melihat sesuatu, otak kita melakukan pengirisan tipis atau thin slicing mengenai informasi yang dibutuhkan untuk menarik sebuah penilaian sekejap. Untuk itu, kita perlu menggali pengalaman terus menerus sehingga alam bawah sadar kita mengunci suatu informasi yang memungkinkan untuk membuat penilaian sekejap.

Nah, masalahnya tanpa kita sadari snap judgement kita ini ternyata banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Misalnya aja nih, ada pasien wanita muda datang ke rumah sakit dengan sesak yang luar biasa hebat. Sedangkan di lingkungan sekitar kita, wanita muda sering diasosiasikan dengan manja, lebay, dan cari perhatian. Maka ketika dia datang ke rumah sakit, mungkin aja seorang dokter yang hanya melihat sekejap menganggap dia cuma menderita gangguan psikosomatis, bukan suatu kelainan pada jantungnya. Sedangkan kalau yang datang pasien laki-laki usia tua dengan keadaan yang sama, snap judgement bekerja dengan lebih sempurna.

Hal-hal semacam inilah yang diceritakan oleh Gladwell di dalam Blink. Banyak contoh mengenai kasus-kasus keberhasilan dan kegagalan thin slicing maupun snap judgement beserta fakta ilmiah kenapa hal tersebut bisa terjadi. Sebagai sebuah buku self improvement, Gladwell sukses memotivasi saya untuk bekerja lebih baik lagi. Dan yang bikin saya betah baca buku ini dari awal sampai akhir karena kata-kata yang digunakan dalam buku ini mudah dicerna bahkan oleh orang awam sekalipun. Keren lah editor dan pengalih bahasanya *jempol*.



You Might Also Like

0 comments