Jadi?

05.03

Was my childhood too beautiful or was it least beautiful that I don't want to grow up?

Minggu lalu mungkin minggu terberat saya selama tugas di IGD. Mungkin karena jaga 11 hari berturut-turut dan 2 di antaranya adalah double shifts. Lemah bingit, iya. Rasanya sampe udah nggak konsen, nggak bersemangat, emosian, capek melulu. Pucuknya adalah saya merasa bosen jadi dokter. Padahal belum ada setahun ini. Huft. Jadilah saya membombardir hampir semua dokter umum yang saya temui, "Dok, dokter bosen nggak jadi dokter?" Hahaha, dan jawabannya hampir sama yang intinya karena udah jadi mata pencaharian, ya mau nggak mau harus kerja, karena kalo nggak kerja nggak dapat uang, nggak bisa hidup.

Well, sampai kapan saya perlu diingetin kayak gitu? Saya ini udah dewasa dan punya kewajiban yang harus dipenuhi: berpenghasilan sendiri untuk hidup. Masa ya mau minta orang tua terus? Rasanya pengin jadi anak-anak terus dan bergantung sama orang tua, tapi orang tua sendiri juga makin tua lagi, nggak seproduktif dan seaktif dulu. 

Saya sering banget denger cowo saya ngomong, "I love my job!" which one come first I don't know, tapi dia emang bisa menunjukkan sisi terbaik dari dirinya di pekerjaannya. Sementara saya masih bertanya-tanya kapan saya dengan percaya diri bisa bilang begitu.

Jadi inget, beberapa waktu yang lalu ada dokter di tempat saya internsip ngajakin untuk ikut kegiatan volunteerism tentang memberi 'bahan bermimpi' untuk anak-anak desa mengenai pekerjaan kita. Intinya di dalam kegiatan itu, kita harus menjual profesi kita dan menunjukkan kecintaan kita terhadap profesi kita. Dan saya ngomong dengan memelas dong, "Gimana caranya saya menunjukkan kecintaan saya pada profesi ini, kalo saya sendiri masih nggak tau saya cinta atau enggak."

Emang keliatan banget dokter yang satu ini beda. Kalo yang lain menyerah begitu lihat pasien jelek, dia akan berusaha sekuat tenaga supaya pasien ini jadi bagus lagi. Mungkin orang kayak gini ini yang dari dulu cita-citanya pengin jadi dokter, pikir saya. 

Saya nggak pengin menyalahkan dan menyesali masa lalu. Saya bisa sampe sini aja udah perlu disyukuri banget... Tapi saya nggak pengin kerja hanya untuk mengisi weekdays, saya ingin bisa seperti Rijdzuan yang bilang kalo saya sukaaaaa banget sama kerjaan yang saya punya sekarang. Even this man said that he never gets bored of his job *applause. Saya ingin kerja dengan bahagia supaya nggak merasa lelah sepanjang waktu. Jadi, saya harus gimana?

You Might Also Like

0 comments