Common Sense

21.04

Banyak, banyak banget artikel yang bisa ditemui di majalah, koran, maupun media online yang belakangan ini menyudutkan dokter. Mulai dari dugaan malapraktik, affair dengan perusahaan farmasi, dan yang sekarang lagi booming adalah masalah dokter puskesmas pegang-pegang doang. Well, topik saya di sini bukan itu.


Entah anggapan masyarakat atau Anda tentang profesi dokter, atau yang lainnya, itu bagaimana... Please, do respect, at least at the time when you need them. It is called "common sense".

Pernah suatu waktu saat sedang jaga malam, seorang dokter dan dua orang perawat sudah beranjak tidur. Bahkan waktu jaga malam, petugas kesehatan yang sedang jaga diperbolehkan tidur saat tidak ada pasien, well, petugas kesehatan juga punya irama sirkadian yang sama. Dan jangan dikira mereka bisa tidur nyenyak. Mata bisa saja terpejam, tapi telinga selalu siaga. Saya sendiri bahkan selalu mimpi sedang menangani pasien saat sedang tidur di waktu jaga malam.

Tiba-tiba terdengar bel, tanda pasien datang. Mereka bergegas menghampiri pasien. Bel terus berbunyi, berkali-kali. Petugas berpikir ini mungkin kasus gawat darurat. Tidak sampai satu menit, pasien mendapatkan pelayanan. 

Saat diminta untuk mendaftar, pasien malah ngomel-ngomel seolah mengatakan petugas tidak becus dengan tugasnya. Saat dipanggil untuk diperiksa, pasien berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki, menyeret kursi dengan kasar, dan duduk dengan suara bergerudukan seolah marah. Ketika ditanyai mengenai keluhannya, pasien yang penampilannya necis dan berada ini, malah menjawab dengan nada membentak. Saat diperiksa ia terus bersungut-sungut. Entah apa yang membuatnya kesal.

Dan lucunya, pasien ini mengatakan, "Saya ini cuma radang tenggorokan. Minta obat yang bagus." Dan dari gelagatnya, ia tidak ingin diperiksa, hanya ingin mendapatkan obat.

...

Dear patients, people, whatever you are...

Nggak ada salahnya periksa tengah malam, memang sudah tugas kami yang berjaga untuk mengatasi keluhan Anda bahkan di dini hari sekalipun. Cuma yang saya heran, di mana common sense nya?

Kalau bukan sesuatu yang gawat (mengancam jiwa) dan darurat (mendadak), nggak perlu lah pencet bel berkali-kali dan ngomel walau kami sudah datang secepat kilat. Atau kalau Anda punya lebih banyak waktu, periksalah di waktu-waktu yang wajar.

Dan kalau Anda sudah yakin Anda sakit apa, enggan diperiksa, belilah obat over the counter di apotek. Konsultasikan dengan ahli farmasi untuk mendapatkan obat yang sesuai.

Hari gini mudah kok mengakses medikasi pertama di kala Anda sakit. Banyak aplikasi yang bisa diakses, seperti alodokter.com, doktersehat,com, mayoclinic.com, bahkan di pinterest jika Anda masukkan keyword home medication banyak sekali cara-cara mudah untuk mengurangi keluhan Anda.

Kita sama-sama saling menghormati saja. Petugas kesehatan berusaha melayani Anda sebaik mungkin, menghormati Anda. Anda juga seharusnya sama, hormati kami dengan prosedur dan pekerjaan kami. Tidak hanya pada petugas kesehatan, termasuk dengan semuanya. Hormati orang-orang yang berusaha memberi pelayanan yang baik pada Anda. At least, when you need their help. It is common sense.

Even at a time I hated a cop for taking my license, another time I respect him for helping me make a new ID card. 

You Might Also Like

0 comments