Sisi Gelap Komuda

02.42

Masih belum move on dari Komuda. Hehe. 

Seperti yang dari kemarin saya ceritain tentang Komuda, fase ini bener-bener asiknya selangit. Ya ngerti sendiri kan, bebas belajar, bebas bertanya, bebas bercanda, bebas cabut #eh. Hehehe. Dan hari terakhir kemarin kami bahkan bebas bayar makan pizza. Karena ditraktirin pizza sama supervisor (ya walopun cuma dapet jatah 1 slice doang #pffffttt).

Tapi, do you know sisi gelap dari Komuda? Karakter masing-masing orang mulai terkuak *evil grin*. Temen yang biasanya keliatan asik, oke-oke aja, ternyata men... nggak banget! Ngebetein tingkat langit ketujuh. Yang keliatan serius banget ternyata bisa ngocol dan pato juga. Tapi ada juga yang selama ini ngejengkelin, ngebetein tingkat bumi, ternyata aslinya ngejengkelin dan ngebetein to the moon and back and to the moon again (and back again and....)Bahkan, salah satu temen saya punya ide untuk bikin daftar calon koas yang dicurigai koas ambisius (koas yang saking penginnya ngejar ilmu jadi sangat sangat individualistis) dan koas patologis (koas yang kelewat nyantai sampai cuma jadi benalu di kelompoknya).

Nah dari pengalaman di Komuda itu, jadi ada beberapa orang yang kami selipkan namanya di setiap doa semoga nanti koas nggak sekelompok sama orang-orang itu. Dan doa kami mendapat jawaban kemarin Jumat, ketika jadwal koas keluar. Banyak yang bahagia karena sekelompok dengan temen-temen yang asik dan udah dikenal (saya misalnya), tapi lebih banyak lagi yang merutuki nasib (karena sekelompok dengan temen yang menurut rumor adalah koam atau kopat). 

Semoga semoga semoga, kelompok saya yang temen sendiri ini nggak bikin kami jadi koas patologis yang akhirnya malah menyesatkan kami sendiri. Dan semoga, apapun keadaannya kami bisa tetep kompak. Aamiin O:)

PS. Sesungguhnya ini adalah ujian persahabatan yang sebenarnya... 

You Might Also Like

0 comments