Part 10 - Jadi Model Sehari

06.12

Part 10.
[Senin, 10 Desember 2007]
...
Setelah puas tidur di kasur super empuk di kamar super mini, tapi nyaman dan bersih gila, di APA Hotel Chiba, aku dan Cissya, temen sekamar aku akhirnya siap melanjutkan aktivitas. 
Hari itu, kita punya jadwal yang cukup padat: Welcome Party di Tokyo Big Hall dan tancap ke Nagoya.
Untuk Welcome Party, kita diharuskan memakai pakaian adat negara masing-masing. Dan lihatlah... Anak Indonesia paling bersinar dengan pakaian adatnya yang beragam. Wow!! Difference is surely beautiful, rite?? Kita bahkan jadi foto model sehari secara anak-anak asing pada kagum sama kostum kita yang unik.

Anak-anak Indonesia berasa jadi model sehari.
Aku dan tiga teman baru dari Thailand.
Philipino folk costumes, so white..
Aku suka baju ceweknya, kayak malaikat.. Haha.
Tapi, mereka juga nggak mau kalah. Ada anak Malaysia dengan kain batik dan sarongnya, anak Philipino dengan baju adatnya yang unik banget (kayak malaikat gitu deh, putih putih), anak India dengan kain sarinya, anak Thailand dengan baju adatnya yang asik banget, daaann... Aussies + New Zealanders yang nggak punya baju adat. Alhasil, mereka pake seragam sekolah. Tapi, sumpah! Nggak kalah keren, secara seragam mereka kan model preppy gituu.. Nice look, still. Oia, beberapa cewek bule punya pakaian adat mereka sendiri: tanktop!
Soo.. Acara ini diawali pembukaan oleh volunteer AFS dan tukang gong dengan tarian mereka yang asyik dan lucu banget. Sayang, aku nggak ada videonyaa..
Acara dilanjutin dengan pidato dari perwakilan AFS Jepang, Mr. Morio Ohyama. Di situ juga aku sempet ketemu perwakilan dari Kedubes Republik Indonesia untuk Jepang. Hwaaa!!! My past job dream!!!
Dalam pidatonya, (katanya) disebut-sebut kalo program Jenesys ini akan diadakan reuni lima tahun kemudian, terhitung tahun 2007. Wow!! 
Setelah Welcome Party berakhir, Group 3, buru-buru tancap ke Tokyo Station dan ngelanjutin perjalanan ke Nagoya dengan shinkansen. Ih waw!! That was my first time and never dreamed about it in my life.
Rainbow Bridge, jembatan paling ngetop di Tokyo.
Gedung Pementasan Kabuki, nggak jauh dari Tokyo Station.
Shinkansen datang dan pergi dengan perkiraan waktu yang sangat akurat. Dibilang satu menit dateng lagi, itung aja sampe enam puluh dan shinkansen akan berhenti tepat di depan matamu. 
Pose kilat di Nihombashi Side Tokyo Station.
Shinkansen yang tercepat adalah Shinkansen Nozomi dengan kecepatan hampir 300 km/ jam. Dan shinkansen itulah yang pertama kali aku naiki. Uahhh..
Shinkansen Nozomi
Selain cepat, shinkansen juga sangat nyaman, nggak ada bedanya deh, naik pesawat sama kereta. Soalnya, desain di dalemnya emang mirip banget sama pesawat.

Mbak Zarah, aku, Reza, Dev...
Temen ngobrol di shinkansen.
Mbak Zarah, temen se-group aku, suka banget sama film Bollywood. Dan kebetulan, di sebelah dia, duduk empat cewek India yang lagi asyik ngobrol.
Mbak Zarah : Hi, you're Indian, rite?
Indian Girl : Yeh. And you are?
Mbak Zarah : I'm from Indonesia.
Indian Girl : Ooohh...
Mbak Zarah : I like Bollywood movies, I watch them everyday.
Indian Girl : (tertarik) Oh, yeah? What's your favorite?
Mbak Zarah : Oh, I like so many. Kutch-Kutch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Ghum ... (dan entah apalagi, aku nggak terlalu ngerti film India)
Indian Girl : Who is you favorite actor? Actress?
Mbak Zarah : I like Shakhrukh Khan and Karina Kapoor. Do you ever meet them in India?
Indian Girl : Ooohhh... yes. They are so handsome and beautiful. No, I never meet them. I live in New Delhi, most of the artists live in Mumbay.
Mbak Zarah : Oh, I see... You know what, I'm impressed by Indian bracelets. 
Indian Girl : Are you sure? You like it?
Mbak Zarah : Yes, I like it very much.
Indian Girl : My friend has a lot of bracelets like that. Wanna get some?
Mbak Zarah : Can I?
Indian Girl : Sure. (pergi ke gerbong sebelah, balik bawa temennya, anak India dengan banyak gelang) She likes Indian bracelets. Would you like to give her some? (tanya si anak India ke temennya)
Indian's Friend : Yes, sure. (si temen anak India ngelepas semua gelangnya yang jumlahnya 8, ngebagi jadi 2 bagian, masing-masing 4, dikasi ke Mbak Zarah dan aku)
Aku : (kaget) For me?
Indian's Friend : Yes, for you. Don't you like it?
Aku : No, I like it. Thank you very much. (langsung aku pake)
Mbak Zarah : Oh, thank you very much. You're so kind. (langsung dipake juga)
Indian's Friend : It's okay (smile)
Indian Girl : It's okay. Never mind. (smile) 
Lumayaannn... Dapet gelang lucu gratisan... Hehe..
Oke... Lanjut.. Kita keluar di Nagoya Station, yang sumpah keren banget karena berada di lantai tiga. Sementara bagian atas dan bawah (bahkan bawah tanah), semuanya adalah mall dan pusat perbelanjaan. Nice!
Hotel tempatku nginep nggak terlalu jauh dari situ, cukup jalan kaki dikit dan sampailah kita di Royal Park Inn. Bukan hotel gede kayak Nikko ato APA, tapi hotel ini modelnya lebih western dan oldies, kesannya anget. Baik pintu lift atopun pintu kamarnya juga masih model konvesional. Tapi, yaahhh... Masih sangat bisa dinikmati lahh...
Makan malem di resto cepat saji, cepat saji makanan Jepang maksudnya. Dan... tiba-tiba si chef keluar dari 'kandang'- nya karena pengen foto sama Bule. Ih waw!!

You Might Also Like

0 comments