Part 9 - Meet The Aussies

18.59

Part 9.
[Minggu, 9 Desember 2008]
...
Sarapan pagi yang ceria berlangsung di salah satu hall Nikko Narita Hotel . Anak-anak dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filiphina, India, dan New Zealand saling menyapa, berjabat tangan, dan dimulailah segala macam conversation.
Aku duduk di antara anak-anak Indonesia, Jawa khususnya, berbagi cerita...

Sharing. Breakfast. Laughing Much.
Indonesia 1: Weh, sangar yo, tak pikir dhewe tekan kene langsung ning nggone hostfam! (Wah, hebat ya, aku pikir kita ke sini langsung ke tempat hostfam! -red)
Indonesia 2: He eh, jebule malah ketemu wong akeh. Alhamdulillah. (Iya, ternyata malah ketemu orang banyak. -red)
Indonesia 3: Heh, lha terus umbah-umbahe piye? Klambine selak mambu kabeh. (Terus cuci-cucinya gimana? Keburu bau semua bajunya. -red)
Indonesia 1: Nggok-ku wes tak kumbahi. Tak peme kok malah tambah adem yo? (Punyaku udah kucuci. Dijemur kok malah adem, ya? -red)
Aku dan Indonesia lain: Kamu jemurnya di mana?
Indonesia 2: Lha wong deknen memene nang ngarep jendela kok. (Dia ngejemur di jendela. -red)
Aku dan Indonesia lain: Lhah!!
Indonesia lain: Dijemur tuh di kamar mandi aja, pake hair dryer. Di luar kan dingin banget, pantes aja kamu jemur malah tambah dingin.
Indonesia 1: He eh, ya. (Iya, ya -red)
Indonesia 2: Ooo... Lha kowe.. (Ooo... Dasar kamu!! -red)
Indonesia 1: Pantes, njeroanku yo anyess. (Pantes, dalemanku juga dingin. -red)
Lainnya: Apaaaaa????

Yah, itu hanya satu di antara seribu kehebohan pagi itu. Setelah kenyang sarapan, kami diantar ke tempat orientasi. Dikasih sedikit pengarahan tentang tata cara hidup di Jepang dan aturan yang harus dipatuh selama berada di Jepang.
Selesai orientasi, kami dibagi ke dalam 19 kelompok. Satu kelompok terdiri dari bermacam nations: Filiphina, Indonesia, Malaysia, Thailand, India, New Zealand, dan Australia. Aku masuk di bus R bareng Reza, Mbak Zarah, dan Pak Heru.
Temen pertamaku adalah seorang Aussie bernama Jacinta. She's a very big tall girl. At first, we both shy, but then we even laughed together and hugged each other. I like if she hugged me, it made me warmer. ;P))
Di bus, tiap wakil negara menyanyikan lagu daerahnya. Dan tebak apa yang dinyanyikan anak India??
Kal Ho Naa Ho. Pernah denger??
Sementara itu, Aussies yang nggak yakin punya lagu daerah malah nyanyi soundtrack film anak-anak: Bob the Builder, (can we fix it?)...
Isu budaya yang saat itu lagi panas di Indonesia, sempat sedikit menghangat di Bus R, pas beberapa anak dari negara tetangga menyanyikan "Rasa Sayange". Just forget it!!
Guide di bus kami adalah Hiro- san, Bon- chan, dan Yosshi. I love them much. They're very kind and nice.
Pemberhentian selanjutnya adalah Miraikan, Science Museum. Hhhemmm... a must visit museum of course. Apalagi yang suka dengan dunia iptek. Wajibb bangett!! Banyak mesin simulasi, berbagai alat dengan teknologi tinggi, sampe teater untuk pertunjukkan/ demo tertentu. I enjoyed it very much!!
Miraikan, Science Museum, Japan

Big Hanging Globe
Then, Yume No Shima, Museum Tanaman Tropis. Ha-ha. Mungkin biasa banget karena tanaman yang kita liat sama dengan tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Mulai pohon belimbing, rambutan, durian, melati, lidah mertua, lidah buaya, sampe tanaman gelombang cinta. Hehehe.

Yume No Shima, on Dream Island
Yang beda di sini adalah adanya mesin dengan gambar-gambar bunga. Kalo kita deketin wajah kita ke mesin itu, bakal tercium bau tanaman/ bunga yang bersangkutan. Keren kan???
Malamnya, acara Gala Dinner di Tokyo Bay Makuhari Hotel, Chiba. Uhm, makanannya Japanese abisss... Aku duduk tepat di depan dua bule lucu, Ed dan Josh. Ha-ha. Mereka berdua nggak kapok nyobain semua makanan dan selalu ngomong "Oishii" walopun wajah mereka udah merah karena nggak sengaja makan wasabi dan ubur-ubur.
Setelah gala dinner berakhir, aku kenalan sama Ed...
Aku: Hi,I'm Tiwi. What's your name?
Ed: Hi, I'm Ed. I'm from Aussie. Where are you from? New Delhi?
BANGGG!!!! ITU KEDUA KALINYA AKU DIKIRA ORANG INDIA.
Aku: (sambil senyum kecut) No, I'm from Indonesia.
Ed: Sorry sorry (dengan tampang bersalah). I really don't know. You look like an Indian (balik ke tampang innocent).
Aku: No problem. People think so.

You Might Also Like

0 comments