I (Finally) Believe that I am an Extrovert
09.49I just learned today that probably and possibly I really am an extrovert.
Hari ini saya datang ke acara pembubaran panitia lepas sambut. Little did I know, ternyata acaranya cuma sama senior-senior aja dan satu staf yang masih muda. Awalnya merasa was-was, mungkin karena belum terlalu kenal akrab ya. Kami pernah dua kali terlibat di suatu kegiatan, tapi ngga pernah bener-bener berinteraksi.
Lalu, ternyata di acara itu, kami harus maju ke depan dan perkenalan diri. I was quite amazed with my own self, yang dengan pedenya langsung maju begitu disuruh maju. Dan yaudah kenalan gitu aja. Dalam hati berpikir, "Nekat banget sih gue?"
Setelah perkenalan, tibalah sesi games. Takut nih, takut sekelompok sama senior dan ngga bisa berbaur. Tapi kemudian agak lega karena sekelompok bareng salah satu temen seangkatan.
Games pertama adalah estafood alias estafet food. Ada enam macam makanan: paprika, daun selada, segelondong timun, coke, kripik pedas, dan kwaci. Kita diharuskan menghabiskan makanan itu. Sebagai junior, sudah jelas, saya pasti harus milih salah satu makanan. Hahaha. Hmmm... Selada saya ngga doyan, paprika pasti abis ini perut bergas banget, kwaci ngga pernah pinter makannya, kripik pedas tapi saya terakhir makan tadi pagi and it was just piscok (anaknya lupa makan gegara keasikan ngerjain proporsal tesis yang mesti dikumpul besok tapi masih stuck di bab dua). Pilihan saya jatuh pada timun, coke atau paprika. Tapi salah satu anggota kelompok udah bilang dia mau coke. Timun oke sih, tapi segelondong banget? Akhirnya saya memilih paprika.
Singkat cerita, saya yang jadi orang pertama makan di kelompok. Daan... paprika yang belum dimasak ternyata enak-enak aja hahaha. Kelompok kami kalah by the way hihihi. Salah satu senior mual abis makan micin seplastik dan perut saya begah akibat makan paprika ketika perut kosong wkwkwk.
Games berlanjut, ada lomba tangkep gelas plastik pake botol (tim saya menang!) dan lomba nyusun piramida pake gelas plastik (kalah lagi). Nah, games pamungkas adalah kita mesti ambil undian, dan di dalamnya ada genre lagu yang harus kita nyanyiin. Kelompok kami dapaaat... "DANGDUT MASA LALU". Beruntungnya, di kelompok saya ada yang ngerti banget lagu dangdut dan kami memilih lagunya Rhoma Irama - Miras. Karena yang nyanyi minimal 2 orang, maka saya dan temen seangkatan di kelompok setuju untuk ikutan nyanyi.
And you know what, tiba-tiba kami sekelompok beride, "Gimana kalo kita sekelompok jadi backing vocal. Nyanyiin lirik yang ada di dalam kurung?" Semua setuju. Lalu salah seorang senior kasih ide lagi, "Gimana kalo pas kita jadi backing vocal, kita tambah juga koreografi?" Semua kompak setuju bahkan saling kasih ide mesti bikin koreo kayak gimana. Dan berkat kerja sama kami, akhirnya tim kami menaaang sebagai juara pertamaaa.... WOOHOOO!!!
---
Fakta bahwa saya bisa membaur dan jadi diri saya sendiri ketika bersama orang-orang baru, bikin saya sadar bahwa I feel energized around people. Dan ngga bisa dipungkiri bahwa mungkin saya emang jenis orang yang ekstrovert. I do need a me time sometimes, ketika saya bisa bebas membaca buku, nonton drama korea tanpa gangguan atau untuk belajar dan ngerjain tugas. Tapi saya mendapatkan inspirasi baru setiap kali bertemu dengan orang lain, saya merasa lebih bersemangat. Seperti hari ini, saya belajar untuk menjadi senior yang baik karena sebagai junior saya merasa diperlakukan dengan sangat baik oleh kakak-kakak saya.
I've denied this since a long time. Mungkin karena sebagian besar hobi saya adalah hobi yang sangat individual: baca, nulis, dan renang. Ketika di kelas saya juga jarang banget ngobrol selama kuliah. Ternyata itu semua bukan karena saya introvert, saya cuma fokus. Karena ketika berkumpul sama orang lain pun, saya fokus ke ngobrol, tertawa, bercanda, tanpa lihat-lihat hape. Live at the moment. Sepertinya itu cukup menggambarkan diri saya, walaupun bukan berarti saya nggak mikirin masa depan. Setiap momen yang kita alami harus kita nikmati, jangan terdistraksi karena feel nya akan hilang.
Saya pun jadi berpikir tentang hal yang dulu-dulu, mengais bukti bahwa saya ekstrovert sejak awal. And I found those little details. Saat SD saya aktif di berbagai ekstrakurikuler dan hal-hal itu membuat saya merasa hidup. Saat SMP saya selalu bersemangat ketika didapuk untuk mempersiapkan acara kelas. Begitu juga saat SMA, walaupun saya ngga ikut ekskul apapun, saya mostly akan bilang, "Ayo!" kalo diajak jadi suporter tim bola kelas. Ketika kuliah, saya aktif di kegiatan hore-hore, kegiatan keagamaan, kegiatan organisasi, bahkan kegiatan sosial. Bertemu orang lain, mendengar cerita orang lain, melihat kehidupan yang lain membuat saya menjadi lebih bahagia ketimbang harus ngejogrok sendirian.
Kadang keinginan saya untuk sendiri lebih besar daripada keinginan saya untuk berkumpul dengan yang lainnya. Tapi, berkali-kali pula saya merasa ada yang hilang dari diri ini ketika hanya sendiri, sementara yang lain berkumpul. Terbukti dari beberapa kali saya pengin menyendiri somehow saya merasa lebih sedih dan mood saya jadi kacau. Dua kali saya tabrakan ketika nyetir karena saya sedih dan pengin menyendiri. Faktanya saya lebih nyaman ketika ada orang lain di sekitar saya. Terlalu sering saya berkata, "Ngga mau," di masa lalu. Sekarang saya mulai berpikir, "What if I miss moments which probably will make me feel much happier and more energized?"
Seperti minggu lalu, ketik saya merasa kepala udah mau pecah karena ujian berturut-turut dan tugas yang menggunung. Saya udah mengatur rencana, ntar balik kuliah, saya harus ngopi di luar sendirian. Lalu, temen-temen ngajakin pizza time. Saya menolak. Lalu saya berpikir, "Gue udah overload, gue ga bisa sendirian, gue bisa ancur," dan pergilah saya bersama teman-teman. And I feel so relieved dan bisa bekerja lagi dengan optimal.
Apakah menjadi ekstrovert artinya saya lebih suka main dan ngga ngerjain tugas? Nope! Itu mitos. Saya jadi semangat belajar karena berpikir kalo tugas kelar saya bisa ketemu teman-teman atau sebaliknya dengan berkumpul dengan teman-teman lebih banyak informasi baru yang bisa saya serap.

0 comments