Seorang teman membangkitkan memori tentang Jogja. Kota yang tradisional, mistis, dan eksotik, tapi nggak pernah membuat saya tertarik untuk tinggal di sana. Terbiasa tinggal di Semarang dengan jalannya lebar-lebar dan terang, saya merasa agak engep dengan jalan-jalan kecil dan remang di Jogja.
Tapi, saya setuju kalo Jogja adalah kota yang romantis.
Di Jogja, saya pertama kali kasih kado ulang tahun buat yang sekarang jadi suami. Pertama kali ngedate juga sama doi (pertama kali ngedate sama cowo juga). Inget banget waktu itu kita makan di alun-alun (ga tau utara, selatan, timur atau barat) dan ada pengamen yang dateng-dateng langsung nyanyiin lagu Janji Suci - nya Yovie n Nuno. Pengin mesem-mesem jadinya. Dan saking nervous nya, jadi minum banyak banget, jadi kebelet pipis, dan nyari-nyari toilet di saat semua toko udah pada tutup karena udah lewat jam 9 malam dan itu hari kerja :))
Di Jogja juga, saya dan doi pertama kali ngedate setelah saling bilang suka, sarapan bareng (di alun-alun lagi dan masih ga inget alun-alun mana), dan officially pacaran.
Hampir 4 tahun kemudian kami kembali ke Jogja untuk foto prewedding. Awalnya males banget waktu ibu nyuruh saya prewedding. Secara udah pake jilbab gitu, kan ga bisa foto peluk-peluk ya (wkwk). Trus tadinya mau foto studio aja, tapi setelah diitung-itung abisnya sama aja. Akhirnya kita memutuskan untuk prewed. Di Jogja. Dan ngga nyesel sih, karena di tengah kesibukan, kita jadi punya alasan untuk rehat. Apalagi tempat prewednya yang belum pernah kita sambangi semua.
Hmmm... Kapan ya balik lagi ke Jogja?
*lalu melamun sambil dengerin Sesuatu di Jogja nya Adhitia Sofyan
Hmmm... Kapan ya balik lagi ke Jogja?
*lalu melamun sambil dengerin Sesuatu di Jogja nya Adhitia Sofyan
It's never easy to bury your one-sided love. Especially when you've been holding it for years or you see or hear from this person often. You start to confuse whether you just care because you're a nice person or you are secretly still have it. I remembered that feeling when watching Korean Drama 'Jealousy Incarnate'.
This drama was different from other drama in someway because I don't fall for the second lead. Not that he was not interesting nor that he had an unattractive character. Maybe it was because I just know that the feeling won't fade that easy. I know that he was just a distractor. Well, it was sad, I know, since he was not less lonely than the first lead.
I remember, I had a crush on this guy for a very long time. I was unsure why I liked this guy a lot. I didn't even remember his face clearly, to be honest, since we barely met after we left high school. But, there was something in this guy that held me for so long. I missed him every day.
One day, I told myself, "This is not healthy. We barely meet, we barely talk, yet my mind is always preoccupied by him. I think I need a doctor." "Or you need a distractor," said my friend.
I tried to go easy on myself and enjoy my life. Whenever I started to think of him, I distracted myself. I got myself a company, hung out with my friends, and so on. And one day, there came the other guy who made me finally felt loved. I planned to keep this other guy around.
But then, the first guy came around. And all the walls I had built fell apart. I knew he did not come back 'for me'. But, I just couldn't resist it. Even when I tried my best to throw away my one-sided love, I still fall for him. Over again.
Fortunately, the love has two wings. He loves me back. And now this guy is my man. My husband.
I do remember his face now because I see him everyday. And I do remember what makes me keep coming back for him, longing for him. It's our talk. We can talk about every thing, literally every thing, and never lose the excitement to listen to each other.
Suatu hari, dalam perjalanan kami di dalam mobil, radio memutar lagu lama dari Oasis - Don't Look Back in Anger. Spontan saya ikut nyanyi karena anaknya ngga bisa diem kalo denger lagu yang familiar. Le hubby yang ikut nyanyi juga mendadak kaget dan tanya, "Kok kamu tahu lagu ini?"
Setelah bertahun-tahun kenal saya, Rijdzuan kenal musik-musik yang saya suka, musik-musik top 40 yang diputer terus-terusan di radio. Bukan BritPop yang 'cuma' dingertiin sama orang-orang tertentu. Dan dia cukup heran, kok bisa nih cewek ngerti lagunya Oasis selain Wonderwall? Yes, siapa yang nggak ngerti Wonderwall secara dia pernah dimashed-up sama Boulevard of Broken Dreams nya Greenday.
"Taulah!" jawab saya dengan bangga. Psssst, saya tahu bukan berarti saya orang yang ngerti BritPop. Saya tahu karena bertahun-tahun lalu ketika lagi minta doa restu guru SMP menjelang UAN SMA, saya pinjam hape seseorang dan diam-diam kirim semua lagu di galeri hapenya ke hape saya lewat bluetooth. And that someone is now my husband :))
Sejak itulah saya kenal Oasis, Adhitia Sofyan, dan Jubing Kristianto, some of his favorite musicians. Dan saya ikut menikmati musik mereka walaupun awalnya sama sekali asing.
Nah, jangan-jangan nih, Rijdzuan tertarik sama saya karena punya selera yang sama? Padahal saya nya yang diam-diam cari tahu selera dia dan jadi ikutan suka. Jangan-jangan, setelah dia tahu, saya dianggap memanipulasi dia. Wah gawat! Tapi bener juga sih. Hahaha :))
Yang jelas, hikmahnya adalah cinta butuh perjuangan, cie... Termasuk berjuang untuk cari tahu apa yang dia suka dan belajar untuk ikut menikmatinya. Karena kalo udah nikah gini, tapi masih nggak mau berusaha untuk mengerti dan ikut menikmati, yang ada berantem mulu karena beda selera. Sama-sama aja, kalo mau dingertiin, ya harus mau mengerti ;)
Setelah bertahun-tahun kenal saya, Rijdzuan kenal musik-musik yang saya suka, musik-musik top 40 yang diputer terus-terusan di radio. Bukan BritPop yang 'cuma' dingertiin sama orang-orang tertentu. Dan dia cukup heran, kok bisa nih cewek ngerti lagunya Oasis selain Wonderwall? Yes, siapa yang nggak ngerti Wonderwall secara dia pernah dimashed-up sama Boulevard of Broken Dreams nya Greenday.
"Taulah!" jawab saya dengan bangga. Psssst, saya tahu bukan berarti saya orang yang ngerti BritPop. Saya tahu karena bertahun-tahun lalu ketika lagi minta doa restu guru SMP menjelang UAN SMA, saya pinjam hape seseorang dan diam-diam kirim semua lagu di galeri hapenya ke hape saya lewat bluetooth. And that someone is now my husband :))
Sejak itulah saya kenal Oasis, Adhitia Sofyan, dan Jubing Kristianto, some of his favorite musicians. Dan saya ikut menikmati musik mereka walaupun awalnya sama sekali asing.
Nah, jangan-jangan nih, Rijdzuan tertarik sama saya karena punya selera yang sama? Padahal saya nya yang diam-diam cari tahu selera dia dan jadi ikutan suka. Jangan-jangan, setelah dia tahu, saya dianggap memanipulasi dia. Wah gawat! Tapi bener juga sih. Hahaha :))
Yang jelas, hikmahnya adalah cinta butuh perjuangan, cie... Termasuk berjuang untuk cari tahu apa yang dia suka dan belajar untuk ikut menikmatinya. Karena kalo udah nikah gini, tapi masih nggak mau berusaha untuk mengerti dan ikut menikmati, yang ada berantem mulu karena beda selera. Sama-sama aja, kalo mau dingertiin, ya harus mau mengerti ;)
Hello! When I scrolled around my folders last night, I found this sincere post I wrote about a year ago. And I want to share it with you. Check this out.
--
Barusan
Smule-an duet lagu Arms nya Christina Perri sama orang asing. This one is my favorite! Kenapa?
Karena saya merasa lagunya agak menggambarkan pengalaman saya dengan pasangan.
Dan kemudian saya menyadari atau ngepaske kalo
lagu-lagunya Christina Perri itu ibarat cerita ngegambarin perasaan saya
tentang pasangan sejak awal sampai sekarang <3 span=""> 3>
1.
Jar of Hearts
Pas
belum pacaran dulu, alias masih temenan deket, saya sering merasa entah ge er
entah beneran, si pasangan ini kadang kayak suka sama saya, kadang kayak ngasih
harapan, tapi eh ternyata PHP. Setidaknya saya merasa begitu, gimana ya, emang
pada dasarnya perempuan sifatnya baperan dan laki suka tanpa sadar ngasih
harapan. Berkali-kali merasa terbang, kemudian dibanting dan pecah berkeping-keping,
lagu ini ngegambarin rasa marah dan kecewa saya saat si pasangan yang waktu itu
masih jadi teman dekat kok kayaknya deketin saya lagi. Padahal Cuma mau curhat
doang. Huft. Hahahah dasar tukang GR!
2.
Arms
Waktu
akhirnya saling mengungkapkan, melangkah ke step berikutnya (baca: pacaran),
dan mengenal lebih jauh lagi, instead
of feeling awkward, malah
merasa sangat nyaman. Dan rasanya lega banget akhirnya bisa membuka diri dan
jadi merasa di rumah.
Walaupun udah temenan bertahun-tahun ternyata masih banyak hal yang baru kami
tahu tentang satu sama lain. Rasanya kadang takut untuk tahu dia yang
sebenarnya, begitu juga takut kalo dia tahu saya yang sebenarnya. Tapi,
ternyata bisa saling menerima dan makin sayang :"
3.
A Thousand Years
Kadang
kita saling mengklaim siapa yang suka siapa duluan dan siapa yang akan sayang
lebih lama. Nggak jarang juga kita takut ditinggalkan satu sama lain, terutama
kalau kami akan pindah ke suatu situasi baru, lingkungan kerja baru, lingkungan
pertemanan yang baru. Saya selalu inget lagu ini pada saat-saat itu. Saya udah
sayang sama dia sejak bertahun-tahun lalu, bahkan tanpa dia tahu, dalam banyak
situasi, dan dikelilingi banyak pilihan. Tapi nggak ada yang seperti dia. Saya
memilih dia seperti nggak ada pilihan lain. Saya sayangnya sama dia karena
hanya dia yang membuat saya nyaman. Walaupun beberapa kali mencoba kenal dengan
orang lain, tapi di saat-saat itu saya merindukan dia yang tanpa perlu berbuat
apapun sudah buat saya nyaman. Jadi, kenapa ragu? Perasaan saya nggak akan
berubah walau seribu tahun lagi.
4.
Be My Forever
Dan setelah semuanya... I want to propose him
with this song! This is all I can think when I first heard this song. Be my
forever, be my forever, be my forever ~
I
love you, Rijdzuan. Semoga
Tuhan menjodohkan kita, Aamiin...
--
PS. Insya Allah sekarang sudah berjodoh :)
Belakangan ini saya punya hobi baru buat menjaga hubungan tetap hangat dengan pacar walaupun LDR. Ceilah.... Hahaha. Hobi saya itu adalah...
NGEGOMBAL
Ngegombal yang berasal dari kata gombal. Secara harfiah berarti lap yang berasal dari kain baju bekas dan berfungsi untuk membersihkan apa saja. Sedangkan secara gaul berarti rangkaian kata atau kalimat ngehe yang berfungsi untuk merayu atau membuat seseorang tersipu malu. Itu menurut saya sih, wkwkwk.
Berawal pada suatu sore, saat saya nyetir balik dari kampus sambil dengerin radio yang muterin hits terbaik dunia (baca: Prambors), saya denger sebuah percakapan antara penelpon dan penyiar:
Penelpon (T): Halo...
Penyiar (S): Halo, siapa ini?
T: Amel (entahlah ini sebenernya saya lupa-lupa inget)
S: Hah? Ariel?
T: Amel! Kok Ariel sih...
S: Lah iya kan Ariel... Ariel..ly really really like you ~ (sambil nyanyi)
Spontan saya ngakak, dan buru-buru ngeraih hape karena ide yang datang tiba-tiba. Langsung saya telpon pacar yang masih di kantor.
Saya (S): Halo...
Pacar (P): Halo... (bisik-bisik)
S: Bisa bicara dengan Ariel?
P: Hah? Ariel?
S: Iya, Ariel. Ariel..ly really really like you ~ (sambil nyanyi)
P: ..... HAHAHAHAHAHAHAHAHA OCOOOKKKK
Yes! Skor 2-1.
Pacar saya emang lebih sering ngegombal daripada saya. Gimana lah... Kodratnya cowok... Tapi dari sekian banyak gombalan, baru dua yang berhasil kena di saya. Sisanya failed karena saya nggak mudeng atau malah mudeng duluan (kalo mau digombalin). Makanya, ngegombal sekali dan langsung berhasil... Wah, saya merasa sangat berprestasi. Hihihihi. Jadi ketagihan deh...
Di saat yang lain lagi, waktu itu siang dan pacar bilang di chat kalo dia ngantuk. Pas banget saya lagi scrolling Instagram dan nemu gombalan di akun dagelan. Langsung lah saya punya ide untuk telpon dan ngegombalin pacar biar melek lagi. And it works!
Skor pun jadi 2-2.
Sayangnya gombalan saya yang terakhir beberapa hari yang lalu nggak berhasil. Gara-gara kurang skenario, hahaha :)) masih harus latihan lagi!
Menurut saya, cewek ngegombal itu sah sah aja, asal nggak keseringan dan nggak ke sembarang orang. Penting tuh. Sama aja kayak cewek, menurut saya cowok juga seneng kalo dikasih kejutan-kejutan kecil. Karena dalam hubungan itu kudu take and give, nggak melulu take dan nggak melulu give. Jadi apa salahnya... Bisa bikin seneng, nambah semangat, murah meriah, dan jadi makin akrab ;)
PS. sebelum ngegombal, pastikan punya beberapa rencana ngeles cadangan jadi nggak failed, hihi
