Crazy Rich Asians Movie vs Book

08.15

Hari ini nonton Crazy Rich Asians, udah ngiler dari awal tahun sejak tau bakal dirilis filmnya Agustus 2018 di US. Finally, 11 September akhirnya main di Indonesia. So excited!


Biasanya kalo udah baca bukunya trus nonton filmnya, suka agak-agak kecewa gitu kan. Kayak pas saya nonton Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh nya Dee. But, this one? No! Absolutely greaat! Nggak ada perasaan kecewa walaupun nggak persis sama dengan di bukunya. Di post ini saya akan bahas beberapa perbedaan adegan Crazy Rich Asians versi novel dan versi movie. 

1. Ga boleh masuk hotel, beli hotelnya

Di movie, Eleanor Young, Felicity Leong, Nick, dan Astrid datang ke hotel dengan kondisi basah kuyup dan ditolak masuk ke hotel walaupun mereka udah buat reservasi. Instead, mereka disuruh cari hotel di pecinan. Kemudian Eleanor nelpon suaminya dan Lord Chaltorpe bilang bahwa hotelnya udah dibeli oleh suami Eleanor.

Di buku, ada dua orang lainnya yang ikut datang ke hotel itu. Mereka adalah Eddie dan Alix Young. Alasan kenapa mereka datang dalam kondisi basah kuyup adalah karena Alix yang pelit menyarankan untuk mereka jalan aja dari stasiun ke hotel dan di tengah jalan mereka kehujanan. Lalu, ketika mereka ditolak, Felicity menelpon suaminya yaitu Henry Leong dan Henry lah yang membeli hotel dari Lord Calthorpe.

2. Bachelorette party 

Kalo kita lihat di movie nya, di bachelorette party nya Araminta Lee, ada Amanda Ling yang di awal baik-baikin si Rachel dan ujung-ujungnya ngomong kalo dia sebenernya adalah mantan dari Nick. Dan ketika Rachel menyingkir dari kerumunan gadis-gadis super tajir itu, dia papasan sama Astrid dan di sini Astrid lah yang 'nolongin' Rachel.

Bedanya dengan di movie, di novel, diceritakan bahwa ada satu tokoh lain yang bukan Amanda Ling (sorry saya lupa namanya, buku nya pun lagi dipinjem temen) yang nemenin dan mau bergaul sama Rachel. Tapi, yes, ujung-ujungnya dia pun berusaha untuk nyingkirin Rachel.

Kemudian, di movie ini Rachel bumped into a stranger ketika lagi menyendiri di bar setelah kejadian dia disingkirin sama geng gadis super tajir. Dan ternyata stranger itu adalah adek perempuan dari Colin Khoo. Dia dikirim oleh Astrid untuk ngejagain Rachel. Yes, adik Colin Khoo adalah sahabat dari Astrid.

3. How Rachel met Amanda Ling

Jadi kalo di buku, meskipun si Amanda Ling ini mantannya Nick, dia ngga sengebet itu pengin balikan sampe julidin si Rachel. Dan dia pertama kali ketemu Rachel pun secara nggak sengaja. Ketika Rachel datang ke pesta di rumah Ah Ma, Nick membawa Rachel ke bunker tempat dia biasa bersembunyi bareng Colin ketika masih kecil. Ternyata, bukan cuma Colin yang pernah sembunyi bareng Nick di situ, tapi juga Amanda Ling, mantannya. Terbukti dengan adanya ukiran (lupa di tembok atau di pohon) bertuliskan Nick <3 ah="" amanda.daaaan...="" amanda="" begitulah="" bersama="" bertemu="" bunker="" dan="" datang="" dengan="" diundang="" font="" juga="" ke="" kebetulan="" kencannya.="" ling.="" ma="" mengunjungi="" pasangan="" pesta="" rachel="" secara="" yang="">

4. Michal Teo berselingkuh

Inget kan waktu Astrid baca SMS di hape Michael, suaminya, yang isinya mengindikasikan Michael berselingkuh? Dan kemudian saat mereka datang ke pesta pernikahan Colin, Astrid mengkonfrontasi Michael dan dia ngaku. Kemudian Astrid meninggalkan rumahnya.

Well, di buku ceritanya lumayan beda. SMS itu memang ada dan Astrid memang curiga Michael selingkuh. Tapi Astrid yang super cool, nggak komentar apa-apa, apalagi sampai mengkonfrontasi. Hingga suatu hari, ia mendengar bahwa seseorang pernah melihat Michael di Hong Kong bersama anak kecil. Ia pun makin curiga dan berusaha untuk mencari tahu sendiri.

Ternyata, Michael nggak sungguhan selingkuh. Ia minta tolong kerabatnya yang ada di Hong Kong untuk pura-pura selingkuh. Alasannya? Dia ingin cerai, dia bahkan memohon Astrid untuk menceraikan dirinya. Michael yang bukan keturunan konglomerat, nggak pernah dianggap oleh keluarga istrinya. Dan itu menjadi tekanan batin yang nggak bisa ia tahan. Di dunia jetset, nggak ada gunanya dia mau secerdas apapun kalau ia nggak berasal dari keluarga super kaya. Mau sebanyak apa uang yang ia hasilkan dari keringatnya nggak ada apa-apa dibandingkan dengan harta yang sudah dimiliki Astrid dari keluarganya. 

Dan di sini, Astrid nggak langsung meninggalkan Michael. Ia jatuh iba pada Michael dan masih mau berusaha untuk mempertahankan pernikahannya.

5. Alasan Rachel meninggalkan pesta

Kalo di movie, sepulang dari bachelorette party, Rachel langsung menumpahkan kemarahannya pada Nick. Di buku, Rachel masih kuat menyimpan kemarahannya hingga pesta pernikahan Colin Khoo dan Araminta Lee. Di pesta itu, ibu Nick sengaja meminta bantuan salah satu cewek dalam geng super tajir untuk 'mengenyahkan' Rachel. So, ketika ada kesempatan, cewek ini dengan pedenya bilang bahwa di suatu musim panas, dia pernah threesome bareng Nick dan Amanda and she gave him a blowjob. Rachel pun jadi panas dan langsung cabut dari acara pernikahan Colin dan Araminta.

6. When Eleanor revealing the 'truth'

Di film, fakta tentang ayah Rachel dibeberkan saat mereka ada di tengah pesta pernikahan Colin dan Aramint. Well, di novel sedikit berbeda. Eleanor dan Ah Ma 'menyambut' Rachel dan Nick dengan info mengenai ayah Rachel yang didapat dari detektif swasta tepat saat Nick akan melamar Rachel di vila mereka di Malaysia.

Kenapa tiba-tiba ada adegan di Malaysia? Karena Nick ingin menghibur Rachel setelah ia menumpahkan kemarahannya. Nick mengajak Rachel berlibur di salah satu vila keluarganya dan berencana untuk melamar Rachel di sana. Namun rencana itu pupus karena ibunya dan Ah Ma datang. Ah Ma secara terang-terangan melarang Nick menikah dengan Rachel karena ia datang dari keluarga yang tidak jelas (ibunya menculik Rachel dan ayahnya mendekam di penjara).

7. Nick melamar Rachel

Di film, kita tau dong kalo Nick melamar Rachel 2 kali. Sekali di depan Merlion dan sekali di pesawat sebelum Rachel take off untuk kembali ke New York. Well, it did not happen in the book. Karena gagal melamar Rachel di vila, disusul dengan kaburnya Rachel ke rumah Goh Peik Lin, Nick cukup considerate untuk memberikan cukup waktu dan ruang bagi Rachel menyembuhkan diri. Jadi, sepanjang sisa novel, ngga ada cerita Nick melamar Rachel.

Karena ngga ada cerita Nick melamar Rachel, ngga ada pula cerita Rachel datang menemui Eleanor dan mengucapkan kalimat yang brilian selama main mahyong (I could say, it was my favorite part of the show!). Dan ngga ada pula Eleanor ngasih restu untuk akhirnya Nick ngelamar Rachel. Sehingga lagi-lagi ngga ada cerita lamaran di pesawat.Yang ada, setelah Nick berhasil mendatangkan ibunya Rachel ke Singapura, Rachel berekonsialiasi dengan Nick dan ditutup dengan makan sore bersama di Marina Bay Sands.

Kurang lebih itu perbedaan yang cukup mayor di dalam movie ini, jika dibandingkan dengan bukunya. Ada beberapa perbedaan minor juga dari segi karakter, misalnya:

1. Eddie Cheng dan Fiona Tung punya 2 anak laki-laki dan 1 perempuan, instead of 3 anak laki-laki seperti di movie

2. Bibi Alix digambarkan sebagai perempuan yang kurus di bukunya

3. Philip Young, ayah Nick, punya 3 saudar perempuan: Felicity, Alix, dan Victoria yang ngga kita temui di movie

4. Di movie, Nick bilang bahwa ayahnya dan Eleanor sama-sama bersekolah hukum di Cambridge. Di buku, ayah Nick adalah seorang insinyur.

5. Ayah Nick tidak datang ke pesta karena sedang ada urusan pekerjaan di Hong Kong menurut versi movie. Well, ayah Nick sudah bertahun-tahun meninggalkan Singapura dan tinggal di Australia dan sepertinya dia tidak terlalu suka pesta.

6. Menurut Oliver di movie, Alistair adalah anak keempat dari empat bersaudara. Well, menurut buku, Alistair adalah anak ketiga dari tiga bersaudara.

7. Di buku, Goh Peik Lin tidak diajak oleh Nick untuk datang ke pesta Ah Ma, jadi dia ngga kenalan juga sama Oliver.

8. Di movie, ibu Rachel bercerita bahwa ayah kandungnya adalah seorang teman sekelas ibunya yang baik hati dan selalu menolong ketika ibu Rachel disakiti oleh suaminya. Sedangkan di buku, ibu Rachel hamil dengan seorang mahasiswa yang tinggal di lantai bawah flatnya, yang selalu menolongnya ketika mengalami KDRT dari suaminya.

8. Astrid bertemu Charlie, mantan pacarnya, bukan di pesta setelah Nick melamar Rachel, melainkan di pesta pernikahan Colin.

Naaaah... sekian review saya tentang persamaan dan perbedaan movie dan buku Crazy Rich Asians. Walaupun berbeda, saya tetap terkesan dengan keduanya. Salut dengan penulis skenario movienya karena bisa tetap menghadirkan excitement yang sama seperti ketika saya baca bukunya. Dan walaupun agak melenceng dari bayangan saya, tapi castnya luar biasa keren. Apalagi visualisasi tentang kehidupan jetset yang penuh dengan pesta. Suka banget! >.<

Well, buat yang belum baca bukunya. Ga rugi kalo baca sekarang karena banyak banyak banyak banget pengetahuan baru tentang kehidupan crazy rich Asians dan of course kedalaman ceritanya akan beda ketika baca buku dan nonton movie, secara kan movie cuma 2 jam dan nggak bisa untuk menampilkan semua yang ada di bukut. Totally worth it!

You Might Also Like

0 comments