Belajar Bersyukur

08.02

"Manusia cuma bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan"

dan "Rencana Tuhan selalu lebih indah"

Hal itu sudah terbukti berkali-kali dan selalu selalu selalu saya syukuri. Walaupun untuk sampai ke tahap bersyukur, saya masih sama seperti manusia pada umumnya, melalui "5 stages of grieve".

Sejak lama saya pengin internsip di Jawa Tengah bagian selatan. Awalnya Magelang, kemudian Karanganyar, dan Temanggung. Alasannya simpel, daerahnya sejuk, dekat dengan Jogja, Solo, bahkan Magelang, which means deket sama mall, daaan selama ini udah sering koas stase luar di daerah Pantura, penginlah sekali-kali di daerah selatan.

Kemudian keinginan itu goyah karena alasan keluarga. Papa saya di Jogja, ibu di Semarang, dan adek akan segera mengejar cita-cita ke Bandung. Saya rasanya nggak tega aja ibu mesti sendirian di rumah. Jadi saya membuat prioritas baru: internsip di Semarang. Sayangnya eh sayangnya, karena kalah cepet-cepetan, saya dapat di Brebes (walaupun itu saya sendiri sih yang milih dengan pertimbangan sepersekian detik).

Awalnya saya kecewa dengan pilihan yang saya buat sendiri dengan sadar. Satu, karena inget omongan senior kalo internsip di sini nggak enak, kerja rodi. Dua, karena teman-teman deket saya dapet tempat internsip yang sama dan nggak jauh dari Semarang. Tiga, teman deket saya dapet di tempat yang saya idam-idamkan. 

Rasanya kesel, marah, pengin banget orang lain sengsara seperti perasaan saya waktu itu. Apalagi waktu ada yang tanpa sadar saling bilang, "Selamat ya dapet tempat sesuai keinginan." Rasanya pengin leave group dan memutuskan tali persahabatan. Hahaha, ya saya pernah se-nggrundel itu.

Apalagi saya dan dua orang teman saya termasuk kelompok minoritas di kelompok internsip Brebes. Duh! Kemudian saya inget dong kejadian setahun yang lalu.

Kejadiannya hampir sama. Saya dapet kompre di Rembang, terlepas dari kawanan saya. Rasanya persis sama. Tapi toh akhirnya, I made a lot of new friends, ketemu orang-orang yang keren dan passionate  di bidangnya, dan makin cinta dengan profesi saya. Bahkan, nggak nyangka saya dapet rejeki lagi di Rembang setelah lulus karena adanya networking yang terjalin saat itu.

"Fabi ayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan" 
- [Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?]

Dengan keyakinan yang sama, saya berusaha mensyukuri keputusan yang sudah saya buat sendiri. Alhamdulillah, ternyataaa...
* Keluarga saya bahagia karena saya jadi deketan dengan keluarga Papa di desa (di jalur Pantura juga)
* Langsung dapet kos karena temen om saya yang kerja di Brebes punya kos-kosan deket RSUD
* Teman-teman saya yang dari kampus lain, orangnya baik dan kocak, saya kayak ketemu sama saudara yang udah lama terpisahkan
* Dan hal-hal di sini tidak semengerikan yang dibayangkan dan diceritakan
* Saya dapet libur lebaran dan kalo mau pulang tinggal naik kereta
* Saya bisa sering-sering main ke Cirebon karena tol Brebes Timur udah buka, Brebes-Cirebon 45 menit!

Bismillah semoga setahun ini lancar dan selalu baik-baik sama semuanya... And for my girls, maafin saya yang pernah punya rasa iri dengki pada kalian. Semoga kalian juga bahagia di sana :)

You Might Also Like

0 comments