Komuda

22.06

Masa komuda saya memasuki minggu keempat, tepat besok pagi, dimana saya bakal jaga VK alias Velos Khamer atau kamar bersalin selama 12 jam dan bergerilya ngambilin alat-alat untuk persalinan, nonton ibu bersalin sambil mlongo sampai mules dan lemes dan kemudian menangkap bayi merah yang berlumur lemak (well, that's what I imagine of working on VK as a new clerk). Dan kemudian menatap amazed sambil terharu ngelihat si bayi nyari puting susu ibunya dan wajah ibunya yang super bahagia sampai nggak bisa dijelasin dengan kata-kata (itu kalo nggak disuruh nyuci plasenta di baskom klorin).

Berasanya sejak masuk komuda ini saya jadi agak lebih ambisius daripada biasanya. Mana ada dulu pulang kuliah pegang buku catetan, baca text-book, browsing internet, baca jurnal. Ini udah lulus sarjana berasa nggak punya ilmu apa-apa dan mendadak jadi rakus. I can't decide whether it's good or the opposite. Bagusnya, ilmu saya jadi nambah (nggak nambah juga sih, cuma ketemu lagi setelah ilang entah dimana) dan saya seneng banget tiap kali inget atau nemu hal baru. Jeleknya, saya jadi agak-agak nggak bisa nyante, sampe saya nggak bisa tidur atau bangun tengah malem gara-gara rasanya selalu ada yang kurang dan saya jadi tegang setiap saat sehingga tingkat kegalakan saya meningkat tajam. Awrrrrr!

Seru sih, tiap pagi ngunjungin pasien, tanya-tanya tentang penyakitnya, dan karena manusia itu makhluk yang seksi eh unik, jadi beragam banget kasusnya. Ah kerenlah! 

Dan saya bersyukur banget punya kelompok yang walaupun Darma Wanita (karena isinya cewek semua), tapi selalu punya sisi ambisius dan fun nya, sambil ngerjain laporan kita makan di luar, ngegosip, ngomongin hasil kepoan tentang residen ganteng yang mostly udah punya tunangan atau calon istri atau ternyata single tapi 'Tuhan memang satu kita yang tak sama' (if you know what I mean) *sigh*.

Oya, satu lagi, beruntungnya, kelompok saya selalu dapet pembimbing residen yang super kece, yang smart, nggak pelit bagi ilmu, mau ngeluangin waktu untuk ngajarin kami-kami yang kadang superbebel karena tutorialnya udah siang atau sore, udah sama-sama capek dan sama-sama ngantuk. Nggak beruntungnya, kemarin penguji pas stase anak adalah supervisor yang terkenal puinternya ajegile dan amat sangat teliti, terbukti waktu kemarin kami sekelompok ditanyain satu-satu dan nggak bisa jawab, kami disuruh keluar. Bahkan saya belum dikasih pertanyaan :| #ketanggor

But, I just realized this funny thing recently, about this clerkship, you always start a day with your big strong steady steps and end it with a small weak slug walk. Kaki rasanya bengkak, sepatu rasanya makin tipis, dan tulang belulang rasanya mau rontok karena jalan bolak-balik dari bangsal ke kantin balik ke bangsal lagi dompet makin kempes dan perut makin buncit, balapan buncitnya sama betis. 

PS. Jadi komuda itu rada rada invisible, namanya juga anak bawang, jadi kami sebenernya nganggur most of the time, kalo nggak ada kasus, nggak ada bimbingan, kami jadi penghuni kantin karena dilarang berkeliaran di bangsal rumah sakit, serba keki, trust me!

Oya, satu lagi, tiap Senin pagi, hari pertama stase, saya dan dua pooping partners (Septin dan Indra) selalu bergerilya nyari toilet paling nyaman terdekat karena entahlah serabut parasimpatis kami kelewat peka dan selalu mules mules karena nervous :P

You Might Also Like

0 comments