Thank God It's Friday!

03.43

Nggak kayak biasanya, pagi ini saya kebangun jam 3 pagi. Niat untuk ngelanjutin proposal penelitian, eh pas buka leptop malah asik corat-coret nggak penting di notes. Dan langsung tertidur pulas lagi setelahnya. 

Bangun jam 5 pagi, saya langsung mandi, dan berisik siap-siap ngampus. Hari ini saya masuk jam setengah 7 pagi meeeeen... Sudah telat, saya masih aja dikira nggak mandi sama temen-temen sekelas gegara wajah saya masih rembes. Jelek banget kayak orang baru bangun tidur. 

Karena telat dan duduk di belakang, saya nggak terlalu nangkep kuliah super pagi hari ini. Rada ngerasa sia-sia sih. Tapi, enggak juga ah... Sepanjang kuliah neuro yang disesapi rasa kedinginan dan kelaperan karena belum makan tadi, satu-satunya yang saya tangkep adalah... Kebahagiaan dokter waktu liat pasiennya sembuh dan tersenyum itu mungkin sama seperti kebahagiaan ibu menggendong bayi kecilnya yang lahir sehat :')

Setelah ngejelasin panjang lebar tentang penyakit-penyakit miopati (nggak berfungsinya otot untuk menggerakkan anggota tubuh), Sindroma Guillain Barre (SGB), dan Multiple Sclerosis (MS), dosen saya ngasih liat beberapa video tentang pasiennya yang mengidap penyakit-penyakit tadi. 

Ada seorang bapak penderita MS yang kesulitan mengangkat tangannya. Tiap kali mencoba, dengan wajahnya yang super konsentrasi dan keliatan banget kalo bapak ini berusaha sekuat tenaganya, tangannya cuman bisa bergerak ke kanan dan ke kiri. Juga waktu dia mencoba menahan tungkainya tetap dalam posisi tertekuk, dan setelah bergetar hebat, dia menyerah, dan membiarkan kakinya terkulai lagi. 

Ada video tentang seorang pria yang menderita SGB. Di video itu tampak dia berusaha keras untuk bangun dari tempat tidurnya, kemudian berdiri, dan berjalan ke kursi roda. Berkali-kali dia hampir jatuh, tapi dia tetep berusaha. Dia sempat mau menyerah, tapi dia tetap berusaha berdiri dan berjalan dengan bantuan ayah ibunya. Sampai akhirnya dia berhasil duduk di kursi roda. Dia tersenyum sambil menahan tangis sambil bilang, "terima kasih."

Subhanallah... Saya tiba-tiba ingat ayat di Surat Ar-Rahman, "Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban" yang berarti "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"


taken from here
Selama ini saya kebanyakan ngeluh, tentang inilah tentang itulah, nyalahin inilah nyalahin itulah, lupa kalau di luar sana banyak orang yang lebih sengsara ketimbang saya. Malu kalo yang udah dikasih kecukupan, kesehatan, keluarga, temen-temen, kesempatan buat kuliah kayak gini enaknya masih aja ngeluh. Pasien-pasien itu udah hidupnya serba kekurangan, masih dikasih cobaan penyakit yang bikin mereka jadi nggak produktif aja tetep semangat dan nggak nyerah, jadi kenapa calon dokternya malah loyo? Kalo calon dokternya loyo, terus nanti pasien-pasien itu siapa yang ngasih motivasi, siapa yang ngebantu mereka untuk sembuh?

Hmmm... Berat banget ya? Hahaha... Oke mari refreshing lagi. Selepas kuliah, saya belajar sama temen-temen di perpustakaan. Trus lanjut mentoring di mushola dan itu sangat menyenangkan! Kami diminta buat nulisin rencana setahun ke depan. Dan... Saya ngikutin kata ibu, "Kalo punya cita-cita jangan setengah-setengah, harus yang kongkret." Dan itu rencana kongkrit saya untuk setahun ke depan. Insya Allah... 

Thank God, untuk sepanjang hari yang menyenangkan ini. Banyak banget nikmat yang nggak terduga. Jangan bosen-bosen kasih saya kejutan lagi ya, Tuhan :)

PS. Hari ini tetiba dapet wejangan dari temen-temen yang superb dan ngena banget di hati. Makasih ya guys!

You Might Also Like

0 comments