Adulthood

21.16

Adulthood is stressful and confusing. 

Saya nggak pernah pengin jadi dokter, tapi end up jadi PPDS atas keinginan saya sendiri. Karena idealisme saya sendiri. Walaupun ke depan masih ngga jelas setelah lulus akan kerja di mana, akan jadi psikiater seperti apa, dan sebagainya. 

Dan karena cita-cita saya itu, hampir bisa dipastikan, saya harus tinggal di sini. Sementara dia punya cita-cita yang lain. Bekerja di perusahaan konsultan IT yang lebih besar. Melanglang buana. 

Bukannya saya nggak mau untuk ikut melanglang buana. Itu cita-cita saya juga. Tapi lalu muncul berbagai kekhawatiran. Nanti bapak ibu siapa yang nengokin, nanti cucunya ga kenal nenek kakeknya. Padahal saya pengin banget anak-anak saya nanti mengenal nenek kakeknya yang luar biasa hebat dan berjasa bagi ayah ibunya ini.

Kekhawatiran, idealisme, dan cita-cita saya mencegah dia untuk memeluk cita-citanya. Dia dengan sukarela melepaskan apa yang nyaris ada di genggam tangannya. Dan memilih jalan hidup yang lain, yang selama ini ia pandang sebelah mata, namun cukup baik bagi masa depan nantinya.

Lalu saya kembali gelisah. Mempertanyakan kesempatan yang saya dapat dengan usaha saya sendiri. Ingin melepasnya dan memilih jalan yang mudah. Tapi bukankah yang sukar akan membuahkan hasil lebih besar? Tapi bagaimana kalau kebahagiaan ada di ujung jalan yang mudah itu? Apakah hasil yang lebih besar menjami kebahagiaan?

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul dan tak terjawab. Kemudian saya simpan dalam-dalam hingga ketika di titik terlemah ia kembali menyeruak. 

Kata dosen filsafat, agama adalah dogma. Tapi apa lagi yang bisa menghentikan kekhawatiran saya, segala ketidakpastian yang membuat gelisah, selain doa. Semoga memang ini jalan benar yang ditunjukkan-Nya dan semoga kami tidak cemburu dengan jalan hidup manusia-manusia lainnya. 


PS. Terima kasih suami, atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Saya akan berusaha dan membuatmu bangga.

"Just because you're married to her, doesn't mean you have to make her happy. Who can make anyone else happy? It's hard to be happy these days. The best thing you can do is not be in the way of others - Kim Hyun Ja [Because This is My First Life]"

You Might Also Like

0 comments