Quran: Asy-Syifa

07.22

Ada suatu fase dalam hidup saya dimana saya merasa semuanya berjalan ke arah yang salah. Saya diliputi kegundahan yang luar biasa, rasanya ingin menangis, marah, dan tidur sepanjang hari. Pikiran saya melayang ke sebuah tempat yang sangat jauh bernama imajinasi. Di sana saya mencaci maki dan berusaha menghantam perasaan menyebalkan itu. Rasanya saya melakukan semua aktivitas dengan bengong. 

I know psychiatrist could prescribe me some tranquillisers, but I was too afraid of the addiction. Lalu dapat angin surga dari mana, saya ingat bahwa ada satu obat yang perlu saya coba. Al Quran. Berdasarkan ingatan saya tentang pelajaran agama waktu sekolah, Al Quran punya empat nama. Salah satunya adalah Asy-Syifa yang artinya obat atau penyembuh.

Setelah bertahun-tahun saya nggak menyentuh Quran dengan alasan kesibukan kuliah dan sebagainya, saya menyentuhnya kembali. Saya membaca ayat demi ayat. Saya tidak secara khusus mencari ayat yang cocok dengan permasalahan yang saya alami. Saya hanya membacanya secara teratur dari hari ke hari.

And guess what?! All my insecurities were gone. All my doubts disappeared. I got my head together. And everything seemed to work the way it should be.

Di saat itulah kecintaan saya terhadap Quran kembali tumbuh. Dan dari yang awalnya saya hanya membaca ayat-ayatnya, saya mulai belajar untuk memahami maknanya. Dan dengan belajar maknanya, makin tenang hati saya dan makin dekat saya dengan-Nya. Sejak saat itu, saya berusaha untuk menyempatkan membaca Quran secara rutin. Saya butuh membaca Quran untuk menyembuhkan rasa lelah di jiwa saya sehingga ia kuat dan tidak mudah 'sakit'.

You Might Also Like

0 comments