Week of Grief

06.57

Tiap kali saya pulang ke rumah, saya selalu punya rencana. Mau main ke mana, mau ketemuan sama siapa, mau ada perlu apa. Pulang seminggu sebelum natal saya emang berencana untuk jalan sama sepupu dan temen kuliah, pulang waktu natal saya berencana membagi waktu antara jalan sama pacar (yang jarang-jarang pulang) dan kumpul keluarga, nah pulang kali ini saya antara pengin jalan sama temen SMP dan nggak pengin ngapa-ngapain. Ujung-ujungnya weekend kemarin saya takziyah dan takziyah.


Jumat sore, kabar duka dari teman satu angkatan saya sekaligus salah satu teman dekat sepanjang stase anestesi dan bedah waktu koas. Sekelompok selama 3 bulan, suka jemputin saya tiap kali diajak badminton atau nonton bola sama residen. Saya pergi takziyah sama Nana, dan kami merasa, 'kita tiap punya rencana ngumpul-ngumpul selalu nggak jadi ketemu, tapi secara mendadak ketemu tiap takziyah," semacam miris. 

Sabtu siang, saat saya lagi bobo ketiga kalinya hari itu (entah kenapa tiap di rumah bawaannya ngantuk melulu), tiba-tiba papa bilang dapat kabar kalo om nya ibu meninggal dunia. Saya pun langsung siap-siap dan bergegas takziyah.

Bahkan sampai hari ini saya masih ingat suara ketawa renyah nya kakek saya yang satu itu. Orang yang selalu bahagia. Orang yang tiap ketemu selalu menggengam erat tangan saya dan bertanya, "Kamu lagi baca buku apa sekarang?" karena tiap kami ketemu saya selalu lagi baca buku. Orang yang selalu bangga menjadi seorang Pisces, sama seperti saya. 

Rest in peace, mamanya Ocha dan Mbah Barlejanto. Semoga Allah menerima semua amal kebaikan kalian di dunia dan menghapuskan dosa-dosa kalian. Aamiin.

You Might Also Like

0 comments