Hati

09.19

Semalam suntuk Ijah bekerja, merapikan hatinya. Pada pagi hari ketika ayam jantan pertama berkokok keras, hati Ijah telah kembali bersatu dengan sempurna. Tak ada bekas-bekas goresan atau penyok. Tak ada lekukan buruk rupa maupun garis samar. Hati itu sangat indah, mengilat, dan berkilau. Mahakarya Ijah, hasil belajar dan kerja keras selama bertahun-tahun.
...
"Semoga Tuhan besertamu."
Itu kata-kata Ijah kepada setiap orang yang hatinya dibetulkan. Ternyata memang Tuhan beserta mereka semua karena hati sebenarnya adalah rumah Tuhan bernaung. Hati yang koyak wajib dibetulkan kembali agar tempat Tuhan menjadi indah seperti sedia kala.

- Bengkel Las Bu Ijah, Clara Ng (dalam Malaikat Jatuh dan cerita-cerita lainnya)

Cerita di atas mungkin cuma dongeng, tapi rasanya saya percaya bahwa hati adalah rumah Tuhan bernaung :)

You Might Also Like

0 comments