Cerita tentang Perempuan dan Sepatu

11.00

Temen saya pernah bilang kalo dia sangat tergila-gila dengan sepatu. Dan menurut saya memang gila. Suatu hari kita pergi ke mall sepulang kuliah. Niatnya sih nganter saya cari kado. Tapi setelah keliling keliling keliling, ternyata nggak satupun yang menarik hati saya. Akhirnya kami putuskan untuk pulang.

Menuju tempat parkir di basement, kami melewati atrium yang lagi dipakai untuk cuci gudang suatu merek terkenal di mall itu. Karena suka banget sama merek itu, saya ngajak si temen untuk lihat-lihat. Ada beberapa baju yang bikin saya tertarik, tapi mengingat masih ada barang lain yang harus dibeli, saya terpaksa nahan nafsu belanja saya. Dan tiba-tiba... Ke mana nih si temen? 

Ternyata dia lagi nyobain banyaaaaak sepatu sambil mematut-matut di kaca seraya bilang, "Aaaaah, sepatunya bagus-bagus, aku bingung yang mana enaknya..." Beberapa menit kemudian dia udah berdiri di depan kasir, melunasi sepatunya, pakai uang teman saya yang lain karena dia nggak bawa uang. Iya, akhirnya acara nemenin saya cari kado berakhir dengan dia dapet sekotak sepatu baru dan saya nihil.

...

Temen saya yang lain lagi beda cerita. Dia selalu suka sepatu, makanya setiap kali ngemall selalu mampir toko sepatu dan nyoba-nyobain. Dia nggak suka beli karena agak setipe dengan saya, nggak akan ganti sepatu kecuali sepatunya jebol. Tapi... Dia nggak tahan tekanan. Jadi semisal, kami barengan ke toko sepatu terus kita naksir sepatu yang sama, dia akhirnya akan lose control juga dan beli sepatu itu karena nggak mau keduluan. Hahahaha.

...

Ibu saya demen banget beli sepatu, sampai-sampai saya yakin tiap mau seminar, ibu selalu beli sepatu baru. Kadang-kadang suka gemes dan geli, apalagi kalau seminarnya itu waktunya deketan dan tiap mau seminar ibu beli sepatu. Tapi, ada untungnya buat saya. Tiap kali ibu seminar ke luar kota, entah itu beli di bandara atau di mall terdekat, ibu suka oleh-olehin saya sepatu.

Dan mungkin gara-gara itu saya jadi suka sepatu.

...


Girls love shoes. If you don’t love shoes, then you should go check if there’s a Y in your sex chromosome - my dear friend,  a couple years ago
...

Saya suka sepatu yang modelnya unik, tapi simpel, warnanya klasik atau pastel lembut. Mungkin sekilas keliatan biasa aja, tapi ketika saya pakai, dia bikin keliatan kaki saya keliatan lebih bagus, I mean lebih terang, yes, dan sepatu itu sendiri jadi keliatan lebih manis. Saya agak-agak teliti dengan bahan, jadi saya prefer bahan yang perawatannya mudah dan nggak cepat kotor. Saya juga mementingkan kenyamanan ketimbang tren. Dan seringnya, yang seperti itu yang agak mahal dan kadang mahal banget. Kalau agak mahal, rasanya saya akan tetap beli. Tapi kalau mahal banget... Ibu pasti bilang, "Belinya nanti aja kalau udah punya uang sendiri." Okay, semoga saat saya udah kerja sepatu manis di Everbest itu masih ada. Ini udah setahun dan sepatu itu belum juga banting harga. Ergh.

Satu lagi, sepertinya hati saya tertambat pada flats dan moccasins selamanya. 

PS. Kata temen saya, selera sepatu, sama dengan selera baju, sama dengan selera cowok... Eh.

You Might Also Like

0 comments