PBL (3)

02.46


Sebenernya ini post ketiga tentang PBL. Tapi dua yang lainnya berupa note di PC sebelah. Banyak banget postingnya? Seru banget ya? Iya! Seru banget! Kalo diurutin dari post pertama sampe yang terakhir ini, kira-kira latar mood nya sebel - seneng - sebel. PBL yang saya kira hampir berakhir ini ternyata tak juga kunjung berakhir. Saya udah nggak ngitungin ini minggu keberapa. Rasanya udah bosen dan sebel aja. Hahahaha. 

PBL kan kepanjangannya Praktek Belajar Lapangan ya, jadi fun nya ya cuma di lapangan, wawancara banyak orang, keliling dari satu rumah ke rumah lain (udah saya jelasin lengkap di post nomer 2, tunggu aja tanggal mainnya, hehe). Dua minggu ini kerjaan kami full masukin data, analisa, bikin laporan, dan presentasi. Dan akhirnya Rabu yang lalu kami presentasi...

Presentasi jam 1 siang itu kalo menurut saya, syukur banget banyak yang berangkat, mengingat seharian kemarin cuacanya panas banget dan nggak ada urusan lain selain presentasi jahanam itu. Tapi, begitu dosen pertama masuk dan open mic, saya udah ngerasa presentasi ini bakal ngebetein. Si dosen masuk sambil marah-marah karena beberapa kelompok belum ngumpulin laporan. And the worst part is dia nuduh kami belum bikin laporan. Ati-ati ya sama mulut, seminggu kita ngampus dari pagi sampe sore, masih dilanjut lembur di rumah, cuma buat analisis dan ngerjain laporan yang datanya seabrek, dan kita dikatain belum bikin?! Itu baru satu.

Selese satu kelompok presentasi, which is mine, dosen komentar nggak ngenakin banget yang intinya adalah semua yang kami kerjain salah total dan mesti ngulang laporan dari awal dan ngulang presentasi. Hal ini berlaku untuk semua kelompok. Bete, nyesek, marah, semua campur aduk. Seangkatan rame menuhin recent updates BBM dan timeline twitter dengan berbagai umpatan. Suasana di ruangan makin tegang karena ada pertentangan antara dosen sendiri, dosen pengampu PBL dan dosen pembimbing lapangan, plus mahasiswa. Kata temen, ini ricuhnya udah sebelas-dua belas sama rapat DPR tentang kenaikan harga BBM. Separah itu? Ya, separah itu. 

Karena kemelut itu, cieh bahasanya, presentasi nggak dilanjutkan dan dosen-dosen saling bernegosiasi, kemudian lanjut bernegosiasi dengan mahasiswa. Nggak terimanya kami adalah disuruh menganggap laporan yang lalu itu nggak pernah ada dan buat lagi yang betul-betul baru. Perombakan total, bukan revisi. Akhirnya setelah diskusi panjang dan cukup alot, kami setuju untuk meREVISI laporan kami dalam waktu seminggu untuk dipresentasikan kembali. Tapi, bagian paling lucu dan wagu dari PBL ini adalah, again menurut saya, dosen pengampu bisa mengubah aturan main yang udah mereka bikin sendiri di awal PBL. Hahaha, saya lupa, bahkan mereka ngubah jadwal hampir setiap hari. Nggak profesional sekali. Mestinya PBL punya buku panduan, ooopsy, ini kan PBL teraakhir :))))))

So, here I am, barusan kelar diskusi dan nyicil laporan yang baru. Dan masih ada yang perlu diselesaikan di rumah. Daaaan... masih menunggu keputusan, sepertinya akan ada perubahan lagi dari dosen pengampu. Ah, PBL...

You Might Also Like

0 comments