Kenapa Mau?

01.09

"Kenapa kakak mau jadi volunteer di Bina Antarbudaya?" - peserta seleksi
Minggu lalu, saya dan teman-teman Bina Antarbudaya Chapter Semarang lainnya dapet tugas untuk seleksi wawancara Bahasa Inggris dan Kepribadian. Saya kebagian tugas seleksi wawancara Bahasa Inggris. Dan saat saya dan partner merasa cukup bertanya, kami balik bilang ke peserta, "If you have any question, please ask us," dan kira-kira itulah pertanyaan dari peserta.

Kenapa kakak mau jadi volunteer?

Klise tapi emang mendasar = karena saya merasa bersyukur buat kesempatan yang udah dikasih kakak-kakak volunteer sebelumnya (sehingga saya lolos seleksi dan dapet kesempatan untuk ngerasain jadi siswa pertukaran, pergi ke tempat baru, punya banyak temen baru dan keluarga baru, belajar budaya yang lain, memperluas wawasan nasional dan global, dan kesempatan untuk belajar jadi dewasa, objektif, dan segalanya) dan saya pingin bantu adik-adik untuk dapet kesempatan yang sama. 

Satu lagi, mungkin ini rada sentimental, tapi rasanya ini alasan saya yang lainnya. Karena saat-saat ngumpul bareng volunteer lain dan saat seleksi kayak gini, bikin saya kembali muda secara idealisme. Karena semakin kita bertumbuh dan dewasa, kita seringkali ambil praktisnya aja, realistisnya gimana, sampe kadang lupa kalo kita punya mimpi dan idealisme. Kebawa arus hidup itu emang nyaman tapi kadang bikin hidup terasa monoton dan kayak nggak tau lagi habis ini kita ke mana. Dan saat-saat ngumpul dan ngobrol bareng mereka itu kayak penyegaran banget, kadang berasa kayak ada yang teriak, "hey, wake up!", kadang berasa ditampar, yang jelas rasanya kayak fully recharged dan jadi punya target-target baru buat hari-hari ke depannya. 

Saya yakin, perasaan kayak gitu nggak cuma di saya, tapi di temen-temen volunteer lain juga ;)

You Might Also Like

0 comments