Hepatitis

09.26

Thanks to a relative of mine, yang gara-gara dia, saya jadi bongkar-bongkar lagi buku Patologi Klinik yang udah saya kubur dalam-dalam di kotak harta karun. 


Kasus:
Seorang pasien laki-laki usia 21 tahun datang dengan keluhan pegal-pegal, badan terasa tidak enak, demam, mual dan muntah, diare, dan air kencing seperti teh. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius, tekanan darah, nadi, dan RR normal. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan jumlah trombosit, jumlah eritrosit dan leukosit normal, asam urat tinggi, SGOT 250, HBsAg negatif. Dari hasil USG juga didapatkan gambaran yang normal. Diagnosisnya?

Dari hasil bongkar-bongkar tadi ditambah diskusi dengan senior dan teman sekelas saya, saya nyoba nebak diagnosisnya Hepatitis A. Alasannya? 

Biasanya, kelainan pada hati lain mempunyai gejala seperti di atas: mual, muntah, diare (biasanya warnanya pucat), dan air kencing yang berwarna seperti teh. Biasanya ada juga satu tanda khas, yaitu kuning atau jaundince yang biasanya tampak sebagai perubahan warna di kulit dan bola mata, tapi hal ini tidak terjadi pada kasus. Ditambah lagi pada kasus ini didapatkan SGOT tinggi hingga mencapai angka 250, padahal normalnya hanya 4-50 unit per liter serum. Karena ada demam, suhu tubuh mencapai 39 derajat Celcius, kemungkinan di sini terjadi infeksi dan infeksi yang tersering pada hati biasanya oleh virus hepatitis. Tapi, pemeriksaan HBsAg nya negatif? Pemeriksaan HBsAg itu untuk menilai ada enggaknya virus hepatitis B (HBV), mungkin saja virus tipe yang lain (A, C, D, atau E). Selain HBV yang mudah dinilai adalah HAV, maka untuk memastikan bisa dilakukan pemeriksaan Imunoglobulin M Anti-HAV, semacam kekebalan tubuh yang terbentuk akibat adanya infeksi virus HAV. Kalo Imunoglobulin M Anti-HAV ini didapatkan postif, kemungkinan pasien memang menderita Hepatitis A. 

Ada 5 macam virus hepatitis: HAV, HBV, HCV, HDV, dan HEV. HAV dan HEV biasanya muncul  dengan tanda peningkatan SGOT yang sangat tinggi dan cepat, tapi sifatnya akut, sehingga dia bisa kembali normal relatif cepat dibanding dengan hepatitis akibat virus dengan tipe yang lain. Hanya sebagian saja berubah menjadi bentuk fulminan. Sedangkan HBV bersifat kronis dan apabila berlanjut dapat terjadi sirosis, begitu pula dengan HCV. Seringkali HCV juga dikaitkan dengan terjadinya kanker hati. Sedangkan HDV hanya bersifat ikutan. Biasanya HDV menyerang penderita yang terlebih dahulu diserang oleh HBV dan adanya HDV ini dapat memperburuk keadaan. 

HAV dan HEV ditularkan melalui makanan atau minuman, jadi untuk mencegahnya hindari pemakaian alat makan/ minum  dan sikat gigi bergantian dengan penderita. Sedangkan HBV dan HCV ditularkan melalui pertukaran cairan atau darah, misalnya melalui suntik dan transfusi, bisa juga dari proses persalinan (dari ibu ke anak).

Asam urat dalam kasus ini hanya menimbulkan rasa pegal-pegal dan punya mekanisme yang berbeda dengan kelainan hati yang mungkin terjadi. 

...

Naaaahhhh, dan beberapa hari kemudian saya diberitahu kalau diagnosis saya benar. Aaaaaahhhh... Suerrrr itu rasanya seneng banget bisa latian nge-diagnosis gitu :) Alhamdulillah. Jadi makin semangat belajar biar cepetan jadi dokter :D (padahal dulu bencinya amit-amit mesti kuliah kedokteran :P)

You Might Also Like

2 comments

  1. iya wi, ga enak banget badan sampe2 mo tidor kudu pake obat tidur -,-
    tapi enaknya sembuh hepatitsA langsung gemuk wi.abisnya disuru minum curcuma yang notabene obat penambah nafsu makan. hihi

    BalasHapus
  2. kamu pernah to shif? :O kok nggak gemuk? tapi temenku nggak gemuk juga ik habis kena hepatitis A

    BalasHapus