Bedah Saraf Hari Ini

03.39

Jadi, hari ini saya ada kuliah Ilmu Bedah Saraf, kebetulan yang ngasih kuliah adalah salah satu dokter ahli bedah saraf paling top di Indonesia. Oke... Nah, jadi topiknya adalah tumor otak. Salah satu tumor otak yang paling ganas adalah Glioma & Astrositoma. Kenapa? karena tumor ini berasal dari sel otak itu sendiri sehingga kalo dilakukan tindakan bedah, kita harus bener-bener perhatiin, apakah setelah tumornya ini diilangin (sebagian otaknya dipotong) apakah bakal timbul efek yang menurunkan kualitas hidup penderita? Selain itu, tumor ini progesivitasnya tinggi banget. Dan seperti tumor lain, tumor ini baru nunjukin gejala kalo udah parah. Bahkan, dari grade II saja, sebagian besar kasus dengan tindakan bedah, pengobatan terbaik sekalipun, mean survival nya nggak sampe 2 tahun.

So, this is the story, I'm going to tell you...

Suatu hari datang pasien ini, pria, usia keemasan, I mean 45-50an. Bapak ini ngeluh kepalanya sakit dan pandangannya sering kabur. Oleh dokter sekaligus dosen saya ini, kemudian dilakukan pemeriksaan MRI. Hasilnya, bapak ini menderita glioblastoma, tumor sel otak yang grade nya sudah lanjut. Kemudian dokter ini tanya, "apa rencana bapak ke depan?"

Bapak ini bilang kalo 2 tahun lagi, dia mau nikahin anaknya. Kemudian dokter bilang kalo dalam kasus tumor ini, sekalipun sudah dioperasi, tumor masih bisa tumbuh lagi dan jarang sekali ada pasien yang bisa bertahan sampai 2 tahun, walopun umur manusia nggak ada yang tahu, tapi studi ilmiah menunjukkan itu. Bapak ini kemudian memutuskan untuk melakukan operasi dan memajukan pernikahan anaknya. Dan karena tahu tentang penyakit ini juga, bapak ini dan istrinya yang tadinya sedang dalam proses perceraian, akhirnya rujuk, bahkan bersama-sama pergi ke tanah suci.

Setelah tindakan bedah tersebut, kondisi bapak membaik dan dilanjutkan dengan radioterapi dan kemoterapi. 3 tahun kemudian, bapak ini datang lagi, dan ternyata tumornya tumbuh lagi. Kemoterapi dan radioterapi sudah tidak bisa dilakukan karena sudah sampai dosis maksimum, sedangkan tindakan bedah malah akan mengurangi kualitas hidupnya, karena tumor sudah menyebar hingga bagian yang mengatur motorik/gerak. Bapak ini memilih untuk dirawat dengan diberi minum air zamzam setiap hari, hingga akhirnya beliau meninggal dengan tenang.

Dan yang bikin terharu sekaligus merinding adalah...

Tuhan baik sekali dengan orang ini. Dengan caranya, Tuhan memberitahu orang ini kapan dia akan mati dan menjadikan hari-hari terakhir orang ini benar-benar dimaknai dan mempunyai arti. Bapak ini bisa lihat anaknya menikah, keluarganya kembali utuh, dan pastinya dia lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Tuhan punya caranya sendiri. Seberat apapun cobaan itu diberikan, semua yang diberi oleh Tuhan adalah rizki.

You Might Also Like

0 comments