Review: 5 cm

19.14

Hei, udah baca novel "5 cm"?? Karangan Donny Dhirgantoro?? Well, saya ingin sedikit mengulas di sini.



Sebenernya saya udah lama punya buku ini, tapi nggak pernah kebaca. Kenapa?? Well, karena saya merasa openingnya rada boring. Iya, anak muda macem kita ngomongin kata-kata bijak Confusius, Roosevelt, Kahlil Gibran, dan lain sebagainya. Ya, menurut saya rada berat aja bayanginnya.

Dan akhirnya liburan membosankan ini membawa saya kembali membaca novel (yang tadinya) membosankan itu. Sampe akhirnya saya menemukan: NOVEL INI KEREN!!

Ceritanya tentang lima orang sahabat yang udah temenan sejak SMA: Genta, Riani, Arial, Zafran, dan Ian. Mereka emang doyang ngobrol ngalor ngidul tentang apa aja, mulai film, musik, puisi, sampe itu tadi... filsafat. Ohhh...

Kebiasaan ngumpul ngobrol mereka akhirnya sampai pada titik jenuh, garing. Mereka udah terlalu hafal tentang topik obrolan mereka sampai ngerasa kayak de javu. Akhirnya mereka mutusin buat nggak berhubungan sementara, selama 3 bulan.

Nah, mulai ini nih serunya. Semua punya kesibukannya sendiri2. Tapi, yang paling aku seneng adalah pas Ian menyelesaikan skripsinya dalam waktu 2 bulan. Padahal, itu dia ulang dari awal.

Ian awalnya ragu, tapi karena sindiran dosennya, Bapak Sukonto Legowo (bacanya jangan disambung), Ian jadi tertantang. Dia jadi mendadak rajin banget. Setiap waktu luang dia manfaatin buat baca2, buat belajar. Sampe dia perang batin sama komputer dan folder skripsinya, ini bagian paling kocak. Akhirnya, dia berhasil dan sekali lagi, itu karena Bapak Sukonto Legowo (bacanya jangan disambung).

Akhirnya, waktu reuni tiba. Genta ngajak mereka untuk naik ke Mahameru. Nah, banyak banget yang terjadi selama perjalanan ini yang mengingatkan mereka, dan pembacanya, untuk mencintai Tuhan, mencintai sesama, dan mencintai Indonesia.

Bukan novel kalo nggak pake cinta2an. Ternyata di antara sahabat ini, ada cinta segiempat yang mengajarkan mereka: cinta ada tidak untuk dimiliki, cinta ada untuk disyukuri.

Buku ini penuh dengan idealisme masa muda. Bener-bener bisa banget dibaca anak muda yang butuh pencerahan, yang butuh mengembalikan rasa nasionalismenya (seperti saya). Oke, mungkin beberapa filsafat nya agak ngebosenin dan yah, kadang agak susah dimengerti. Tapi, kalo dipahami, itu tuh bagus dan membangun. Walopun cuman novel, kita harus baca "5 cm" sambil mikir.

Saya paling suka kata2 Bapak Sukonto Legowo (bacanya jangan disambung) waktu akhirnya si Ian lulus. Intinya:

Jangan percaya sama hoki. Yang kamu terima sebagai rezeki sekarang adalah hasil jerih payah kamu, belajar, kerja keras, niat kamu, doa dan restu orang tua kamu, pengorbanan kamu sampe kurang istirahat, keteguhan kamu, kamu yang nggak putus asa, semuanya diterima Tuhan, menumpuk, dan menunggu pada saat yang tepat untuk dibalas menjadi sebuah rezeki.

Dan kenapa pula judul novel ini "5 cm"??







"Karena, setiap kamu punya mimpi, cita-cita, keinginan, apapun yang kamu mau kejar, taruh dia di sini, jangan menempel di kening, biarkan dia, menggantung 5 cemtimeter, di depan kening kamu."

"Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinanmu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginanmu itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lgai setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. Biarkan keyakinanmu mengambang 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan yang kamu perlu cuma..."

"Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih kerasa daripada biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.

"Dan kamu akan dikenang sebagai orang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai orang yang percayapada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi, seseorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi dan cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkaklkulasikan dengan angka berapa pun... Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya."

"Percaya 5cm... di depan kening kamu."



P.S. Mari kita coba "5 cm" nya.. Aminn...


*pic taken from here

You Might Also Like

2 comments

  1. gue punya novelnya
    (tapi belum baca sampai sekarang)
    hahaha.
    ;))

    BalasHapus
  2. eddaaahhhh.. aku juga punya itu udah lama, baru baca liburan ini. tapi bagus kok. lumayaaan... :)

    BalasHapus