Secuil Opini

07.54



Hhhhh.. Akhir-akhir ini emang gencar lagu berita tentang teroris. Aku nggak akan bahas lebih jauh tentang itu, karena temen-temen bloggy ku udah banyak yang posting tentang itu dan sebagian besar seperti pendapatku pribadi (cek maii, queen bee).


Aku cuman mau sedikit menanggapi tentang beberapa statement yang aku denger saat nonton acara salah satu TV swasta yang ngetop dengan beritanya.

Jadi, di salah satu acara itu, ada salah seorang pengamat berkata, "Kita semua tau, teroris itu tujuan utamanya menghabisi orang-orang asing, non muslim, tapi malah yang kena juga sebagian orang Indonesia dan muslim. Jadi lain kali mereka harus lebih memperjelas targetnya, jangan seperti ini, orang-orang yang bukan targetnya ikut jadi korban."

Halooo??? Anda di situ sebagai pengamat?? Ato pendukung terorisme, Pak?? Rasanya saya pengen telpon kantor polisi terdekat dan minta agar pengamat itu ditangkap! Kenapa?? Karena omongannya itu kayak teroris yang lebih ahli!! Aku tau dia pengamat dan berhak memberi statement positif dan negatif, tapi dia kan posisinya ada di media, seharusnya dia ngasih kontrol masyarakat.

Mau itu orang asing kek, orang Indonesia kek, non muslim kek, muslim kek. Apa bedanya??? Mereka semua sama. Umat manusia. Ciptaan Tuhan. Dan semuanya nggak berhak disakiti dengan cara keji seperti itu. Kalo mau mati, mati aja sendiri, bunuh diri aja sendiri, nggak usah korbanin yang lain dengan mengatasnamakan jihad.

Nggak semua orang yang berbeda dari kita itu buruk. Aku punya beberapa temen asing, mereka baik, menghargai aku, agamaku, ibadahku, walopun mereka berbeda agama, atau pun nggak beragama. Mereka nggak mengusikku atas nama apapun. Biar aja, urusan agama, kepercayaan, akhirat, itu urusan Tuhan. Semua akan menuai benih yang ditanamnya di dunia.

Statement lain yang menggelitikku, "Doktrin-doktrin terorisme itu lebih banyak masuk di kalangan muda lewat ekstra kurikuler dan organisasi-organisasi."

Kayaknya aku setuju yang ini karena, seperti yang kita semua tau, di ekskul ato organisasi remaja seperti itu seringnya tidak mendapat pengawasan ketat dari lembaga pendidikan yang bersangkutan. Jadi, baiknya, pihak sekolah meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan tersebut.

Oke, segitu aja deh. Hmmm.. Sedih juga dengan meninggalnya Dani, korban sekaligus pelaku pengeboman J.W. Marriott yang masih muda belia itu. Mengutip kata-kata Maii, semoga nggak akan ada lagi Dani Dani yang lain, dan semoga terorisme dapat segera dibasmi dari bumi Indonesia ini.

Katakan: KAMI TIDAK TAKUT!!

You Might Also Like

0 comments