Hidup adalah Perbuatan

06.46

Heii hoo!! Oia, besok udah mulai puasa ni. Nanti malem mulai saur. Barusan aja udah mulai tarawih..

Oke, Tiwi mau ngucapin met puasa bagi yang menjalankan. Semoga kita bisa menjalankan puasa kali ini dengan hati yang bersih, dan kita bisa menikmati lebaran nanti dengan hati yang suci.

Oia.. Mumpung puasanya masih besok, berarti malem ini boleh kan kalo ngomongin orang.. Ehehe.. Boleh yaa?? Boleh dee...

Jadi gini, udah agak lama aku ngikutin perkembangan isi hati seseorang. Yah, secara dia menyiarkan di tempat yang cukup umum. Dan ini aku cuman mau menganalisis ajah.

Orang itu kayaknya lagi jatuh cinta. Tapi, cowok entah cewek yang lagi dia taksir itu kayaknya udah nyadar tapi pura-pura bego, (atau bego beneran). Dan seseorang ini kebanyakan teori dan berfilsafat sama idupnya sendiri, tentang orang yang datang dan pergi lah, tentang menunggu lah, tentang hidup bahagia lah...

Kayaknya si orang ini tuh pengennya ngelupain orang yang lagi dia suka ini, tapi dia sendiri udah menyatakan nggak sanggup dan malah ingin terus menunggu. Tapi, kadang dia suka mempertanyakan keinginannya itu sendiri. Sumpah, lama-lama ngikutin jalan ceritanya bikin aku sebel juga. Sebel dengan pikirannya, teorinya, sampe sama kenyataan bahwa dia gag sadar dia adakah orang yang plin plan.

Sorry, kalo ada yang kesinggung baca postingan aku sekarang ini, tapi... you know the words, "I cannot stand it," right??

Semua itu harus dijalani. Dan hidup ini adalah perbuatan (inget kata Pak Sutrisno Bachir!). Jadi, untuk apa kita terus berteori dan berspekulasi dengan pikiran kita sendiri. Toh, semua itu harus dijalani. Dan semua yang dijalani itu selalu ada alasannya, jadi nggak perlu lah mempertanyakan apa yang kita lakukan. Just do it because you want it, and just leave it if you don't.

Hidup ini kayak roda, kadang di atas, kadang di bawah.
Hidup ini kayak air, kadang tenang, kadang berriak.
Jadi, nikmati hidup ini selagi bisa.
Nggak usah lah berpikir untuk mempersulit diri sendiri.
Semuanya itu mudah, bisa dilalui kalo optimis.

Beberapa hal bisa direncanakan dan beberpa enggak.
Kalo urusan hati, aku yakin itu sulit untuk direncanakan.
Jadi, rasakan apa yang kamu rasakan sekarang.
Nggak perlu kamu sesali, nggak perlu kamu rutuki, apalagi kamu tangisi.
Itu semua cuman nambah beban.

Nggak perlu segala spekulasi itu

You Might Also Like

0 comments